Tampilkan postingan dengan label Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle). Tampilkan semua postingan

Kelainan Dari Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle)

Share

Gambar Taburan seluruh dunia mendakan yang mengandungi hidrat gas luar pantai yang disahkan atau dijangkakan, 1996.

Gambar warna palsu Alur Teluk mengalir ke utara melalui Laut Atlantik barat. (NASA)

Hidrat Metana

Penjelasan mengenai sesetengah kehilangan telah tertumpu kepada kewujudan sejumlah besar medan hidrat metana pada tebing benua. Ujian makmal yang dilakukan di Australia telah membuktikan bahawa buih sebenarnya mampu menenggelamkan model kapal berskala dengan mengurangkan ketumpatan air; dan sebarang sampah yang timbul ke permukaan akan disebarkan dengan pantas oleh Arus Teluk. Ia telah dinyatakan secara hipotesis bahawa letupan metana berkala (kadang kala dikenali sebagai "gunung berapi lumpur") mungkin menghasilkan kawasan air berbuih yang tidak lagi mampu memberikan apungan yang mencukupi bagi kapal. Sekiranya ini berlaku, kawasan sedemikian yang terbentuk pada sekeliling kapal, mampu menenggelamkannya dengan pantas dan tanpa memberi apa-apa sebarang petanda.
Kapal terbang juga terdedah kepada sebarang perlepasan metana yang luar biasa. Sungguhpun metana adalah lebih ringan berbanding air, namun altimeter kapal terbang yang melalui kawasan itu tidak akan berfungsi baik, walaupun bacaannya menunjukkan bahawa kapal terbang itu lebih tinggi dari yang sebenarnya, menyebabkan timbul masalah pandu arah. (Altimeter mengukur tekanan, bukannya kepadatan udara.)
Satu kertas putih telah diterbitkan pada tahun 1981 oleh Kajian Geologi Amerika Syarikat berkenaan kemunculan hidrat di kawasan Blake Ridge, di luar pantai tenggara Amerika Syarikat.[13] Bagaimanapun, berdasarkan laman web Kajian Geologi A.S, dipercayai tiada kejadian pelepasan besar-besaran gas hidrat telah berlaku di Segi Tiga Bermuda sejak 15,000 tahun yang lalu.[14]

Variasi kompas

Masalah kompas merupakan salah satu masalah yang disebut-sebut dalam kebanyakan kejadian di Segi Tiga Bermuda. Sesetengah penyelidik mencadangkan teori bahawa terdapat kepelikan magnetik tempatan di kawasan tersebut, bagaimanapun ia belum dibuktikan.

Hurikan

Hurikan adalah ribut yang amat kuat yang berasal dari Atlantik berhampiran khatulistiwa, dan berdasarkan sejarah telah bertanggung jawab bagi kehilangan beribu-ribu nyawa dan kerosakan bernilai berbilion dolar. Penengelaman armada Sepanyol Francisco de Bobadilla pada 1502 merupakan rekod pertama mengenai kemusnahan hurikan. Pada 1988, Hurikan Gilbert, salah satu hurikan paling kuat dalam sejarah, memundurkan ekonomi Jamaika selama tiga tahun. [perlu rujukan] Ribut ini pada masa lalu menyebabkan beberapa peristiwa yang berkait dengan Segi Tiga Bermuda.

Arus Teluk

Arus teluk merupakan arus laut yang berasal dari Teluk Mexico, dan merentasi Selat Florida, ke lautan Atlantik Utara. Pada asasnya, ia merupakan sungai di laut, dan sebagaimana sungai lain, ia mampu dan membawa objek terapung. Kapal terbang kecil yang mendarat di air atau bot yang mengalami kerosakan enjin akan di bawa lari dari kedudukan dilapurkannya oleh arus, sebagaimana yang berlaku kepada kruiser kabin (cabin cruiser) Witchcraft pada 22 Disember 1967, apabila ia melaporkan kerosakan enjin berhampiran boya penanda satu batu (1.6 km) dari pantai Miami , tetapi tidak kelihatan apabila bot Pengawal Pantai tiba di sana..

Ombak gadang

Ombak amat besar mampu muncul secara rawak walaupun semasa laut tenang. Salah satu ombak gadang menyebabkan Ocean Ranger, sebuah pelantar minyak persisiran terbesar, terbalik pada 1982. Bagaimanapun, tidak terdapat sebarang sebab bagi ombak gadang berlaku lebih kerap di Segi Tiga Bermuda, dan penjelasan ini tidak menjelaskan misteri kehilangan kapal terbang.

Inilah Rahasia Yang Belum Terungkap Sampai Saat Ini di Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle)

Share Sebuah Argumen dari suatu Perusahaan Asuransi Kapal Laut
Perusahaan asuransi laut Lloyd’s of London menyatakan bahwa segitiga bermuda bukanlah lautan yang berbahaya dan sama seperti lautan biasa di seluruh dunia, asalkan tidak membawa angkutan melebihi ketentuan ketika melalui wilayah tersebut. Penjaga pantai mengkonfirmasi keputusan tersebut. Penjelasan tersebut dianggap masuk akal, ditambah dengan sejumlah pengamatan dan penyelidikan kasus.
Teori Lorong Waktu

Menurut beberapa peneliti,mungkin dikawasan ini terdapat sebuah gangguan atmosfir di udara berupa lubang di langit.Ke lubang itulah pesawat terbang masuk tanpa sanggup untuk keluar lagi. Dari misteri "Lubang di Langit" ini membentuk sebuah teori tentang adanya semacam perhubungan antara dunia dengan dimensi lain. lubang di Langit itu dianggap semacam alat transportasi seperti tampak di film Star Trek. Ataukah bentuk Lubang di Langit itu UFO? Orang sering menghubungkan hilangnya pesawat kita dengan munculnya UFO. Lantas, apakah hilangnya mereka itu karena diculik oleh UFO? Malah hasilnya hanya mendapat pertanyaan tanpa jawaban.
Blue Hole

Konon di dasar laut segitiga bermuda terdapat semacam lubang/gua dasar laut,dulu gua ini memang sungguh ada, tetapi setelahjaman es berlalu, gua ini tertutup.Arus didalamnya sangat kuat dan sering
membuat pusaran yang berdaya hisap. banyak kapal-kapal kecil atau manusia
yang terhisap ke dalam blue hole itu tanpa daya,dan anehnya kapal-kapal kecil
yang terhisap itu akan muncul kembali ke permukaan laut selang beberapa lama.
Tapi yang menimbulkan pertanyaan ialah: Mungkinkah Blue Hole ini sanggup menelan
kapal raksasa ke dasar lautan?
Misteri Lidah Lautan

Kawasan Segitiga bermuda sering juga disebut sebagai Tongue of the Ocean atau Lidah Lautan.Lidah Lautan mempunyai jurang bawah laut (canyon).Ada beberapa peristiwa kecelakaan di sana. Tidak banyak yang belum diketahui tentang Segitiga Bermuda, sehingga orang menghubungkan misteri Segitiga Bermuda ini dengan misteri lainnya. Misalnya saja misteri Naga Laut yang pernah muncul di Tanjung Ann, Massachussets AS, pada bulan Agustus 1917. Mungkinkah naga laut ini banyak meminta korban? Ataukah arus Cromwell di Lautan Pasifik yang menyebabkan adanya gelombang lautan disitu atau angin topan, gempa bumi di dasar lautan? hanya Tuhan yang tahu

Misteri Makhluk Sargasso

Misteri lain yang masih belum terungkap adalah misteri Makhluk Laut Sargasso, yang bukan semata-mata khayalan. Di Lautan Sargasso,banyak kapal yang tak pernah sampai ke tujuannya dan terkubur di dasar laut.
Di sana terhimpun kapal-kapal dari berbagai jaman, harta karun, mayat tulang
belulang manusia. Luas Laut Misteri Sargasso ini 3650 km untuk panjang dan
lebarnya 1825 km, dan di sekelilingnya mengalir arus yang kuat sekali, sehingga
membentuk pusaran yang sangat luas yang berputar perlahan-lahan searah jarum
jam. Didasar lautnya terdapat pegunungan yang banyak dan mempunyai tebing
dan ngarai yang terjal.

Angin Puting Beliung

Mungkin di area ini sering terjadi badai laut yang mungkin bisa membentuk suatu pusaran angin yang dapat menyebabkan hancurnya sebuah pesawat terbang karena terhempaskan.
Penjelasan lain
Ada yang mengatakan Segitiga Bermuda disebabkan karena tempat tersebut merupakan pangkalan UFO sekelompok mahkluk luar angkasa/alien yang tidak mau diusik oleh manusia,sehingga kendaraan apapun yang melewati daerah teritorial tersebut akan terhisap dan diculik. Ada juga yang mengatakan bahwa penyebabnya dikarenakan oleh adanya sumber magnet terbesar di bumi yang tertanam di bawah Segitiga Bermuda,sehingga logam berton-tonpun dapat tertarik ke dalam. Dan bahkan ada yang mengatakan Segitiga Bermuda merupakan pusat bertemunya antara arus air dingin dengan arus air panas,sehingga akan mengakibatkan pusaran air yang besar/dasyat.

Meskipun beberapa teori dilontarkan, namun tidak ada yang memuaskan, sebab munculnya tambahan seperti benda asing bersinar yang mengelilingi pesawat sebelum kontak dengan menara pengawas terputus dan pesawat lenyap.

Segitiga Bermuda memang menarik, sekaligus menakutkan. Konon perairan Karibia
merupakan tempat yang banyak menyimpan keanehan-keanehan, seperti cahaya-cahaya
yang tak jelas asalnya, bayangan-bayangan yang menakutkan, yang keluar masuk
permukaan laut, bentuknya tak jelas tapi lebih besar dari ikan paus.
Bentuknya seperti ubur-ubur raksasa dengan warna kulit keputihan dan pernah
dilihat oleh dua orang (jadi bukan halusinasi).Menurut bebara orang,Ubur-ubur raksasa tsb mampu mengacaukan navigasi kapal.Bahkan lucunya,ada orang yang beranggapan klo ubur-ubur raksasa tsb merupakan kapal selam makluk luar angkasa atau boleh dibilang pangkalan UFO bawah laut,tapi aq sendiri malah ngakak dengan pendapat yang satu ini.
Keanehan lain juga terjadi didekat pulau Puerto Rico, tampak suatu pancaran air raksasa yang membentuk cendawan atau kembang kol. Laut di tempat itu mempunyai
kedalaman sampai 10 km.Kejadian ini sempat dilihat oleh awak pesawat
Boeing 707 pada tanggal 11 April 1963. Menurut mereka cendawan air itu
mempunyai garis tengah selebar 900-1800 meter dengan ketinggian separuhnya.
Mungkin itu hanya percobaan nuklir dari negara Amerika atau lainnya? Tapi pihak
Amerika tidak membenarkannnya,sebab tak mungkin mencoba bom di jalur
penerbangan. Mungkin ledakan itu berasal dari kapal selam nuklir Thresher yang
hilang sehari sebelumnya, tapi lokasi hilangnya kapal selam itu ribuan km dari
sana.
Ada yang mengatakan Segitiga Bermuda disebabkan karena tempat tersebut merupakan pangkalan UFO sekelompok mahkluk luar angkasa/alien yang tidak mau diusik oleh manusia,sehingga kendaraan apapun yang melewati teritorial tersebut akan terhisap dan diculik. Ada yang mengatakan bahwa penyebabnya dikarenakan oleh adanya sumber magnet terbesar di bumi yang tertanam di bawah Segitiga Bermuda,sehingga logam berton-tonpun dapat tertarik ke dalam. Dan bahkan ada yang mengatakan Segitiga Bermuda merupakan pusat bertemunya antara arus air dingin dengan arus air panas,sehingga akan mengakibatkan pusaran air yang besar/dasyat.
Meskipun beberapa teori dilontarkan, namun tidak ada yang memuaskan sebab munculnya tambahan seperti benda asing bersinar yang mengelilingi pesawat sebelum kontak dengan menara pengawas terputus dan pesawat lenyap.
"Bagaimana Menurut Penjelasan Anda???
Percayakah dengan Semua Itu???
Jika ada yang lebih tahu, mohon di jelaskan dan berikan bukti-2'nya"

Penjelasan Saat Ini:Para penulis mengenai Segi Tiga banyak menggunakan teori kuasa ghaib untuk menjelaskan perkara yang terjadi. Satu teori menyalahkan peninggalan teknologi dari benua yang hilang iaitu Atlantis. Teori ini dikaitkan dengan batu timbul yang dikenali sebagai Jalan Bimini berdekatan dengan pulau Bimini di Bahamas, yang kebetulan terletak di dalam segi tiga mengikut pendapat sesetengah orang. Pengikut ahli psikik bernama Edgar Cayce mengatakan bukti kewujudan Atlantis ditemui pada tahun 1968 atau 1969 yang merujuk kepada penemuan Jalan Bimini. Mereka percaya kewujudan batu ini sebagai jalan, benteng atau struktur lain, walaupun ahli geologi menganggapnya sebagai satu fenomena semulajadi.[15]
Mereka yang lain pula mengaitkan kehilangan kapal dengan UFO. Idea ini digunakan oleh Steven Spielberg dalam filemnya Close Encounters of the Third Kind yang menggambarkan kehilangan Penerbangan 19 dengan penculikan makhluk asing.
Charles Berlitz, cucu kepada seorang ahli linguistik dan penulis buku fenomena beranomali, berpendapat kehilangan di Segi Tiga disebabkan oleh kuasa ghaib yang tidak dapat dijelaskan.

Teori Baru Penyebab Banyaknya Kapal Hilang di Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle)

Share Lagi lagi tentang segitiga bermuda......
bermuda deui bermuda deuiii
nu kolot na iraha attuh?????
hehe


Teori Baru Mengatakan Gas Metana Penyebab Banyaknya Kapal Hilang di Bermuda
Misteri hilangnya beberapa kapal laut dan pesawat terbang di wilayah yang disebut “Segitiga Bermuda” kini memunculkna teori baru.
Singkirkan jauh-jauh dugaan kita tentang pesawat luar angkasa alien, anomali waktu, piramida raksasa bangsa Atlantis, atau fenomena meteorologis.

bermuda+triangle2 Teori Baru, Gas Metana Penyebab Banyaknya Kapal Hilang di Bermuda

Segitiga Bermuda adalah sebuah fenomena gas akut biasa, demikian tulis Salem-News.com. Gas alam, sama seperti gas yang dihasilkan oleh air mendidih. Terutama gas metana, adalah tersangka utama di balik hilangnya beberapa pesawat terbang dan kapal laut.
Bukti dari penemuan yang membawa sudut pandang baru terhadap misteri yang menghantui dunia selama bertahun-tahun itu tertuang dalam laporan American Journal of Physics.
gas+metana+bermuda Teori Baru, Gas Metana Penyebab Banyaknya Kapal Hilang di Bermuda
Gas Metana Bermuda
Professor Joseph Monaghan meneliti hipotesis itu ditemani oleh David May di Monash University, Melbourne, Australia.
Dua hipotesis dari penelitian itu adalah balon-balon raksasa gas metana keluar dari dasar lautan yang menyebabkan sebagian besar (tidak mengatakan semua) kecelakaan misterius di lokasi itu.
Ivan T Sanderson sebenarnya telah mengidentifikasi zona-zona misterius selama tahun 1960-an. Sanderson bahkan menggambarkan sebenarnya zona-zona misterius itu lebih berbentuk seperti ketupat ketimbang segitiga.
Sanderson menemukan bahwa bukan saja Segitiga Bermuda tetapi Laut Jepang dan Laut Utara adalah dua area tempat kejadian misterius sering terjadi.
Para Oseanograf yang menjelajah di dasar laut Segitiga Bermuda dan Laut Utara, wilayah di antara Eropa daratan dan Inggris melaporkan menemukan banyak kandungan metana dan situs-situs bekas longsoran.
Berangkat dari keterkaitan itu dan data-data yang tersedia, dua peneliti itu menggambarkan apa yang terjadi jika sebuah balon metana raksasa meledak dari dasar laut.
Metana yang biasanya membeku di bawah lapisan bebatuan bawah tanah, bisa keluar dan berubah menjadi balon gas yang membesar secara geometris ketika ia bergerak ke atas. Ketika mencapai permukaan air, balon berisi gas itu akan terus membesar ke atas dan ke luar.
metana Teori Baru, Gas Metana Penyebab Banyaknya Kapal Hilang di Bermuda
Ilustrasi
 
Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah tersebut.
Menurut Bill Dillon dari U.S Geological Survey, air bercahaya putih itulah penyebabnya. Di daerah segitiga maut Bermuda dan juga di beberapa daerah lain sepanjang tepi pesisir benua, terdapat “tambang metana”.
Tambang ini terbentuk kalau gas metana menumpuk di bawah dasar laut yang tak dapat ditembusnya. Gas ini dapat lolos tiba-tiba kalau dasar laut retak.
Lolosnya tidak kepalang tangung. Dengan kekuatan yang luar biasa, tumpukan gas itu menyembur ke permukaan sambil merebus air, membentuk senyawa metana hidrat.
Air yang dilalui gas ini mendidih sampai terlihat seperti “air bercahaya putih”. Blow out serupa yang pernah terjadi di laut Kaspia sudah banyak menelan anjungan pengeboran minyak sebagai korban.
Regu penyelamat yang dikerahkan tidak menemukan sisa sama sekali. Mungkin karena alat dan manusia yang menjadi korban tersedot pusaran air, dan jatuh kedalam lubang bekas retakan dasar laut, lalu tanah dan air yang semula naik ke atas tapi kemudian mengendap lagi di dasar laut, menimbun mereka semua.
Setiap kapal yang terperangkap di dalam balon gas raksasa itu akan langsung goyah dan tenggelam ke dasar lautan. Jika balon itu cukup besar dan memiliki kepadatan yang cukup, maka pesawat terbang pun bisa dihantam jatuh olehnya.
Pesawat terbang yang terjebak di balon metana raksasa, berkemungkinan mengalami keruskan mesin karena diselimuti oleh metana dan segera kehilangan daya angkatnya.

Inilah Peristiwa Yang Pernah Menggemparkan Dunia dan Belum Terungkap Sampai Sekarang di Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle)

Share
Pesawat TBF Grumman Avenger milik Tentera Laut Amerika Syarikat, menyerupai Flight 19. Gambar ini banyak digunakan oleh ramai pengarang Segi Tiga Bermuda bagi menggambarkan Flight 19. (Tentera Laut A.S)
Flight 19 merupakan penerbangan latihan yang menggunakan pesawat pengebom TBM Avenger yang telah hilang pada 5 Disember, 1945 di atas perairan Lautan Atlantik. Mengikut tanggapan, penerbangan ini telah menempuh fenomena luar biasa dan bacaan-bacaan kompas yang janggal. Penerbangan ini dilakukan pada hari tenang dengan diketuai oleh seorang juruterbang yang berpengalaman, Lt. Charles Carroll Taylor. Tambah membingungkan, laporan pihak tentera laut berkenaan kemalangan ini dianggap "disebabkan atau punca tidak diketahui". Dipercayai, ibu Lt. Taylor mahu menyelamatkan reputasi anak lelakinya, jadi beliau telah membuat mereka menulis "punca-punca tidak diketahui" apabila sebenarnya Lt. Charles berada 50 km ke arah barat laut di mana beliau percaya kedudukan beliau pada ketika itu. [16]
Meskipun fakta-fakta asas versi cerita ini adalah sebenarnya tepat, beberapa perincian-perincian penting telah hilang. Cuaca mula bergelora di penghujung kejadian; hanya Taylor yang memiliki banyak pengalaman dalam penerbangan, akan tetapi beliau tidak biasa dengan kawasan selatan Florida dan memiliki sejarah sesat semasa dalam penerbangan, perkara ini berlaku sebanyak tiga kali semasa Perang Dunia II, dan terpaksa mendaratkan pesawatnya di air sebanyak dua kali; dan laporan dan rakaman bertulis pihak tentera laut berkenaan dengan perbualan di antara Taylor dan juruterbang-juruterbang lain dalam Flight 19 tidak membayangkan sebarang masalah magnetik.

Mary Celeste

Misteri peninggalan Mary Celeste pada 1872 sering kali dikaitkan dengan Segi tiga Bermuda tetapi ini tidak tepat kerana kapal ini ditinggalkan di persisiran Portugis. Banyak teori telah dikemukakan sepanjang tahun berlalu bagi menjelaskan peninggalan kapal, termasuk wasap alkohol dari kargo dan penipuan insuran. Kejaidan ini kemungkinannya dikelirukan dengan penenggelaman kapal yang nama serupa, Mari Celeste, di persisiran Bermuda pada 13 September 1864, yang disebut dalam buku Bermuda Shipwrecks oleh Dan Berg.

USS Cyclops

Kemalangan ini menyebabkan kehilanggan jiwa yang terbesar dalam sejarah Tentera Laut A.S yang tidak berhubung kait dengan peperangan. Ia bermula apabila USS Cyclops dibawah arahan Lieutenant Commander G. W. Worley, hilang tanpa dapat dikesan bersama kira-kira 306 anak kapal pada 4 Mac 1918, selepas berlayar daripada Pulau Barbados. Teori kemungkinan ribut, karam dan aktiviti musuh mungkin menyebabkan peristiwa ini.[18][19]

Theodosia Burr Alston

Theodosia Burr Alston adalah anak kepada bekas Timbalan Presiden Amerika Syarikat Aaron Burr. Kehilangan beliau telah disebut sekali berkait dengan Segi Tiga Bermuda, di dalam The Bermuda Triangle oleh Adi-Kent Thomas Jeffrey (1975). Beliau adalah seorang penumpang kapal Patriot, yang berlayar dari Charleston, South Carolina ke New York City pada December 30, 1812, dan tidak lagi kedengaran selepas itu. Kegiatan lanun dan Perang 1812 dikaitkan sebagai penjelasan, juga teori yang mengatakan beliau ditempatkan di Texas, di luar daripada Segi Tiga Bermuda.

Spray

Kemahiran Kapten Joshua Slocum sebagai pelaut tidak dapat dipertikaikan lagi; dia merupakan orang pertama berlayar mengelilingi dunia seorang diri. pada 1909, dalam botnya kapal layar Spray dia mengambil haluan yang membawanya merentasi Caribbean ke Venezuela. Dia lenyap; tidak terdpat bukti langsung dia pernah berada dalan Segi tiga Bermuda apabila Spray hilang. Ia dipercayai bahawa dia dilanggar oleh kapal wap atau dihentam paus, dan Spray merupakan bot yang terlalu baik dan Slocum merupakan pelayar yang terlalu berpengalaman bagi punca lain untuk dianggap berlaku, dan pada 1924 dia secara rasmi diistiharkan sebagai mati. Sungguhpun misteri, tidak terdapat sebarang bukti bagi, atau menyangkal, aktiviti paranormal.


SS Marine Sulphur Queen

SS Marine Sulphur Queen, kapal tangki T2 yang diubah suai dari pembawa minyak kepada pembawa belerang, kali terakhir dihubungi pada 4 Februari 1963 dengan anak kapal seramai 39 berhampiran Florida Keys. Marine Sulphur Queen merupakan kapal pertama disebut dalam Vincent Gaddis' 1964 rencana Argosy majalah, tetapi ia mengatakannya sebagai "belayar ketempat yang tidak diketahui"", sungguhpun lapuran Pengawal Pantai yang tidak hanya merekodkan sejarah penyelanggaraan kapal yang buruk, tetapi mengistiharkannya sebagai kapal yang tidak sesuai di laut dan tidak sepatutnya dibenarkan berlayar.

Raifuku Maru

Salah satu kejadian yang paling terkenal di Segi Tiga Bermuda berlaku pada tahun 1921 (beberapa pendapat mengatakan beberapa tahun selepas itu), apabila sebuah kapal Jepun Raifuku Maru (kadang kala disalah erti sebagai Raikuke Maru) went down with all hands selepas menghantar isyarat meminta bantuan yang berbunyi "Bahaya seperti pisau belati sekarang. Datang cepat!", atau "Ia seperti pisau belati, datang cepat!". Ini telah menyebabkan para penulis membuat spekulasi berkenaan perkataan "dagger", with a waterspout being the likely candidate (Winer). Dalam realitinya, kapal ini bukan berada berdekatan Segi Tiga Bermuda, dan perkataan "pisau belati" bukan merupakan sebahagian daripada panggilan meminta bantuan kapal ("Sekarang sangat bahaya. Datang cepat."); telah belayar daripada Boston menuju ke Hamburg, Jerman pada 21 April, 1925, kapal ini terperangkap dalam ribut teruk dan tenggelam di Atlantik Utara dengan kesemua anak kapalnya sementara sebuah kapal lain, RMS Homeric, telah mencuba melakukan usaha penyelamatan tetapi tidak berjaya

Dan Berikut adalah bebrapa Kejadian-kejadian yang terjadi di Segitiga Bermuda Sejak 1840-1999:
1840 : HMS Rosalie
1872 : The Mary Celeste, salah satu misteri terbesar lenyapnya beberapa kapal di segitiga bermuda
1909 : The Spray
1917 : SS Timandra
1918 : USS Cyclops (AC-4) lenyap di laut berbadai, namun sebelum berangkat menara pengawas mengatakan bahwa lautan tenang sekali, tidak mungkin terjadi badai, sangat baik untuk pelayaran
1926 : SS Suduffco hilang dalam cuaca buruk
1938 : HMS Anglo Australian menghilang. Padahal laporan mengatakan cuaca hari itu sangat tenang
1945 : Penerbangan 19 menghilang
1952 : Pesawat British York transport lenyap dengan 33 penumpang
1962 : US Air Force KB-50, sebuah kapal tanker, lenyap
1970 : Kapal barang Perancis, Milton Latrides lenyap; berlayar dari New Orleans menuju Cape Town.
1972 : Kapal Jerman, Anita (20.000 ton), menghilang dengan 32 kru
1976 : SS Sylvia L. Ossa lenyap dalam laut 140 mil sebelah barat Bermuda.
1978 : Douglas DC-3 Argosy Airlines Flight 902, menghilang setelah lepas landas dan kontak radio terputus
1980 : SS Poet; berlayar menuju Mesir, lenyap dalam badai
1995 : Kapal Jamanic K (dibuat tahun 1943) dilaporkan menghilang setelah melalui Cap Haitien
1997 : Para pelayar menghilang dari kapal pesiar Jerman
1999 : Freighter Genesis hilang setelah berlayar dari Port of Spain menuju St Vincent.

Kawasan dan Kisah Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle)

Share
Segitiga Bermuda (bahasa Inggris: Bermuda Triangle), terkadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.
Segitiga bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas. Ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah tersebut. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk luar angkasa.

Kawasan Segitiga Bermuda

Sempadan Segi tiga Bermuda berbeza menurut pengarang; sesetengah menyatakan bentuknya menyerupai trapezium menyelitupi Selat Florida, Bahamas, dan keseluruhan pulau Caribbean timur Azores; yang lain menambah Teluk Mexico kepadanya. Sempadan segi tiga yang lebih biasa ditulis dalam buku mempunyai titik sempadannya di pantai Florida Lautan Atlantik; San Juan, Puerto Rico; dan pulau Bermuda tengah Atlantik, dengan kebanyakan kejadian tertumpu kepada sempadan selatan sekitar Bahamas dan Selat Florida.
Kawasan ini merupakan salah satu laluan perkapalan yang tersibuk di dunia, dengan kapal melintasinya setiap hari untuk ke pelabuhan di Amerika, Europah, dan Kepulauan Caribbean. Kapal pelancongan turut banyak tersedia, dan kenderaan rehlah sering berulang-alik antara Florida dan kepulauan tersebut. Ianya turut merupakan laluan yang paling banyak dilalui oleh kapal terbang persendirian mahupun perdagangan yang menghala ke arah Florida, Caribbean, dan Amerika Selatan dari titik utara.
Arus lautan Arus Teluk mengalir melalui Segi tiga Bermuda selepas meninggalkan Teluk Mexico; arusnya sekuat lima hingga enam knot mungkin memainkan peranan dalam beberapa kehilangan. Ribut mengejut mampu dan pernah muncul, dan pada musim panas sehingga akhir musim luruh kadang-kala hurikan menghentam kawasan tersebut. Gabungan antara laluan laut sibuk dengan cuaca tidak menentu menjadikannya tidak mustahil kapal mampu karam dalam ribut dan tenggelam tanpa sebarang kesan – terutama sebelum teknologi komunikasi, radar, dan satelit dipertingkatkan pada akhir abad ke-20.[5]

Sejarah cerita Segitiga Bermuda

Menurut pengarang segi tiga Bermuda, Christopher Columbus merupakan orang pertama merekodkan sesuatu yang ganjil dalam Segi tiga Bermuda, melaporkan bahawa dia dan anak kapalnya melihat "cahaya pelik menari-nari di kaki langit", api di langit, dan pada titik lain dia menulis mengenai bacaan kompas luar biasa di kawasan tersebut. Dalam buku lognya, bertarikh 11 Oktober 1492 dia menulis:
Seorang anak kapal telah ternampak tanah itu (Rodrigo de Triana), walaupun laksamananya pada pukul sepuluh petang itu sedang berdiri di biliknya (quarter-deck) nampak satu cahaya, tetapi sangat kecil satu benda yang beliau tidak dapat memastikan itu adalah tanah; memanggil Pero Gutiérrez (groom of the King's wardrobe) ia memberitahu Pero tentang cahaya yang dilihatnya, kemudian mengarahkan pandangan Pero ke arah cahaya itu, yang mana Pero juga telah terlihat; Pero kemudian membuat perkara yang sama kepada Rodrigo Sánchez of Segovia, yang telah di hantar oleh Raja dan Permaisuri bersama dengan skuadron, sebagai 'comptroller', tetapi dia tidak dapat melihatnya. Laksamana kemudian mengesahkan apa yang dilihatnye satu atau dua kali lagi, yang nampak seperti cahaya dari lilin bergerak ke atas dan ke bawah, yang mana sesetengah orang berpendapat ianya datang dari daratan. Laksamana bagaimanapun pasti yang kawasan daratan itu sudah hampir.
Penyelidik moden telah memeriksa buku log asal telah mengandaikan bahawa cahaya yang dilihatnya adalah api memasak orang asli Taino dalam kanoe mereka atau di pantai; bacaan kompas adalah akibat bacaan salah berdasarkan pergerakan bintang.
Rencana pertama mengenai lagenda segitiga bermuda mula muncul dalam akhbar ditulis oleh E.V.W. Jones pada 16 September 1950, melalui Associated Press. Dua tahun berikutnya, majalah Fate menerbitkan rencana pendek "Sea Mystery At Our Back Door" oleh George X. Sand pada isu Oktober 1952 mengenai kehilangan beberapa kapal terbang dan kapal, termasuk kehilangan Flight 19, sekumpulan lima kapal terbang pengebom Tentera laut Amerika Syarikat TBM Avenger dalam misi latihan. Rencana Sand adalah yang pertama meletakkan segi tiga yang kini biasa dilihat di mana kehilangan berlaku. Flight 19 sahaja dilapor dalam isu April 1962 Majalah American Legion. Rencana bertajuk "The Lost Patrol", oleh Allen W. Eckert, dan dalam ceritanya ia didakwa bahawa ketua penerbangan didengari berkata "We are entering white water, nothing seems right. We don't know where we are, the water is green, no white." It was also claimed that officials at the Navy board of inquiry stated that the planes "flew off to Mars." "The Lost Patrol" was the first to connect the supernatural to Flight 19, but it would take another author, Vincent Gaddis, writing in the February 1964 Argosy Magazine to take Flight 19 together with other mysterious disappearances and place it under the umbrella of a new catchy name: "The Deadly Bermuda Triangle";[6] he would build on that article with a more detailed book, Invisible Horizons, the next year. Others would follow with their own works: John Wallace Spencer (Limbo of the Lost, 1969); Charles Berlitz (The Bermuda Triangle, 1974); Richard Winer (The Devil's Triangle, 1974), and many others, all keeping to some of the same supernatural elements outlined by Eckert

Kisah Pada masa pelayaran Christopher Colombus

Pada masa pelayaran Christopher Colombus, ketika melintasi area segitiga Bermuda, salah satu awak kapalnya mengatakan melihat “cahaya aneh berkemilau di cakrawala”. Beberapa orang mengatakan telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area.
Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press. Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan misterius yang menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya ‘Segitiga Setan’. Hal tersebut diungit kembali pada tahun berikutnya oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X. Tahun 1964, Vincent Geddis menyebut area tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda yang mematikan’ , setelah istilah ‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah yang biasa disebut.
Prev